Mengharukan, Murid SD Wakafkan Uang Pembinaan Lomba atas Nama Almarhum Gurunya


Posted on: 23 November 2016


 
Tengaran, 23 November 2016
Di awal pagi yang hangat ini, kami mendapat berita haru. Entah bagaimana kami harus menyikapinya. Hanya untaian rasa syukur dan bangga, yang menyelimuti hati ini. Ku yakin, tidak hanya saya saja, tetapi ada banyak guru lain, merasakan hal yang sama.
 
Salah satu murid kami, di SDIT Nurul Islam Butuh Tengaran, meraih juara tiga Kejurda Judo tingkat Provinsi Jawa tengah, yang diselenggarakan 16 April 2016 lalu di Kebumen. Murid kami itu ialah Ahmad ‘Athoya Dhiyaulhaq, yang biasa dipanggil Mas Dhiya. Mas Dhiya memang sudah tidak asing lagi dengan olahraga Judo ini, karena sudah sejak lama olahraga ini ia tekuni.
 
Sebagaimana jamak diketahui oleh semua orang, saat seseorang meraih titel juara, biasanya ada uang pembinaan atas capaiannya itu.
 
Nah, dari sinilah deraian air mata, membasahi pipi kami. Sejumlah uang pembinaan yang ia peroleh atas prestasinya tersebut, ia wakafkan. Deraian air mata kami, jatuh lebih dalam lagi, tatkala wakaf yang ia bayarkan, bukan atas nama keluarganya, bukan untuk temannya, juga bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk gurunya yang beberapa waktu lalu telah berpulang ke hadapan Allah subhanahu wa taala.
 
Bahkan, bukan hanya wakaf untuk seorang guru saja, akan tetapi, dua orang gurunya sekaligus. Ustadz Kholil dan ustadz Khotib, almarhum. Beliau berdua adalah sahabat kami, guru kami, teman mengajar kami, teman berjuang kami di SDIT Nurul Islam Tengaran.
 
...
 
Di usianya yang masih belasan tahun, dan baru duduk di kelas enam SD, Mas Dhiya sudah memiliki hati mulia bak malaikat; ta’dhim yang luar biasa kepada gurunya. Saat banyak di luar sana anak didik yang berani kepada gurunya, berani membantah kepada ustadznya, bahkan kadang ada yang berani menantang gurunya; ternyata masih bisa kita temui hati malaikat itu di sini.
 
...
 
Teringat kembali sosok ustadz Kholil, guru dan sahabat kami.
Beliau selalu berbicara dengan hati. Tutur kata beliau penuh hikmah menusuk relung hati, menguatkan iman. Kesederhanaan beliau, menguatkan kami untuk selalu bersyukur, dan qonaah.
 
Beliau dituakan tak hanya karna usia, tapi juga karena luasnya pengetahuan, dan akhlaq beliau yang luar biasa. Seorang guru yang tak pernah sekalipun mengeluarkan nada tinggi, seseorang yang sangat mencintai Al Quran, Qori’ yang membimbing siswa kami, belajar Al Quran. Seorang guru yang senantiasa meletakkan senyum di wajahnya.
 
Namun Allah benar-benar memanggilnya di hari yang sama dengan hari pelaksanaan pelepasan siswa kelas enam, tahun lalu.
 
Juga Ust Khotib, pria muda yang selalu ta’dhim dengan siapa saja, tutur kata penuh sopan santun, dan tak segan membantu siapapun, seseorang dengan obsesinya yang tinggi, untuk menjadikan perpustakaan, tempat belajar yang menyenangkan.
 
 
...
 
 
Hari ini aku saksikan; seorang murid, adalah aset dunia dan akherat. Tetesan cinta kasih yang guru berikan, akan menggerakkan hatinya untuk beramal sholeh.
 
 
 
Ditulis oleh: Suminah, S.Ag, M.Si
Kepsek SDIT Butuh Tengaran
 

Versi cetak

Berita Terkait


Pesan Singkat (shoutbox)

Statistik Website

    Visitors :259897 Visitor
    Hits :735514 hits
    Month :1148 Users
    Today : 151 Users
    Online : 3 Users

YPI Sabilul Khoirot bertekad menyelenggarakan pendidikan yang Profesional dan berkomitmen pada nilai-nilai Islam. Mencetak generasi Cerdas yang Berakhlaqul Karimah. Menyelenggarakan Usaha produktif. Serta mewujudkan lembaga pendidikan yang memiliki jaringan regional, nasional dan global.